March 07, 2015

Resensi Novel "Diary Si Bocah Tengil 1"



Udah pada tau novel atau film diary si bocah tengil belum? kocak banget sumpah! Aku tau novel ini itu pas aku kelas 4 SD dari temen aku,tapi baru belinya pas kelas 6 SD dan langsung ketagihan sama novelnya! Sampai sekarang aku udah punya 6 seri novel ini. Dan selalu nunggu seri terjemahan selanjutnya keluar. Yaaa maklum ya, belum terlalu bagus banget bahasa inggrisnya wkwk. Kalo buat filmya sih aku baru nonton adaptasi dari seri pertamanya aja. Tapi sih fix aku lebih jatuh cinta sama novelnya!

Oiyaa ini aku mau share tugas bahasa Indonesia aku yang resensi. Dan aku itu meresensi novel diary si bocah tengil yang pertama. Lumayan sih aku dapet nilai bagus di tugas resensi ini. Yang mau copas izin dulu di komen yaa terimakasih dan semoga bermanfaat :)


Resensi Novel Diary Si Bocah Tengil



Judul         :  Diary Si Bocah Tengil
Penulis     :  Jeff Kinney
Penerbit   :  Atria
Cetakan    :  1, Mei 2009
Tebal         :  216 halaman

           Novel terlaris #1 versi New York Times ini merupakan karya dari Jeff Kinney. Selain menjadi peulis Jeff juga merupakan pencipta situs poptropica.com dan desainer permainan online. Dalam novelnya kali ini, Jeff berharap agar para pembaca dapat tertawa lepas sekaligus dapat mengambil pesan moral yang disisipkan dalam setiap lelucon di novelnya ini.

           Pertama kali saya melihat novel bersampul warna merah tua ini,saya sudah tertarik untuk membacanya. Setelah saya membacanya, saya semakin tertarik untuk meresensi novel yang ditujukan untuk semua umur ini. Tujuan saya meresensi novel ini adalah untuk membantu calon pembaca agar mengetahui isi novel ini seperti kelebihan, kekurangan, serta nilai nilai yang terkandung didalamnya.

            Kelebihan dari novel ini adalah dilengkapi  dengan ilustrasi kartun yang menarik dan cocok untuk semua umur. Novel ini juga dirancang seperti diary, lengkap dengan garis-garis pada halamannya, juga font yang mirip dengan tulisan anak sekolahan, disertai ilustrasi kartun yang lucu, dan menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti.

            Selain banyak kelebihannya, novel ini juga memiliki sedikit kelemahan yakni kertas novelnya yang tipis dan berwarna krem pucat, sehingga mudah sobek dan terlihat seperti kertas zaman dahulu.

             Secara garis besar novel ini adalah diarynya Greg, si bocah tengil. Dia memutuskan untuk membuat diary karena dia males menjawab pertanyaan orang orang tentang masa lalunya kalo dia terkenal nanti. Greg sendiri adalah seorang anak SMP yang biasa biasa saja disekolahnya. Dia hanya berteman dengan Rowley yang aneh.

             Sepanjang novel ini Greg menceritakan kesehariannya, mulai dari masuk tahun ajaran baru sekolah sampai saat natal. Keseharian Greg dikemas menjadi menarik, misalnya saat main game bersama rowley,persiapan natal, ikut drama wizard of oz, dan lainnya. Yang jelas Greg biasanya selalu tertimpa sial dan tidak pernah sukses dalam melakukan segala sesuatu. Tapi di balik itu, kita bisa ketawa kalo greg senang dan ikut sebel kalo greg kena sial.

            Selain jalan cerita dan ilustrasinya yang menarik, novel ini juga banyak memiliki nilai moral. Seperti tentang bagaimana Greg dan Rowley bersahabat, dan memperbaiki hubungan mereke saat mereka sedang bermasalah. Tentunya dengan cara  anak-anak yang tulus dan jujur. Dan tentang kita harus menghormati orang yang lebih tua dari kita.

1 comment: